Menjawab Tantangan Peradaban, Majelis Ta’lim Telkomsel Gelar School of Islamic Education and Leadership

JAKARTA— Geliat literasi digital yang berkembang pesat belakangan ini tak pelak telah banyak mempengaruhi pola pikir masyarakat. Hal ini berimbas pada mudahnya konten-konten negatif tersebar melalui media sosial. Salah satunya berdampak pada banyaknya konten-konten yang berbau sara, hoax, dan sebagainya yang sedikit banyak telah menyebabkan serangan  pemikiran (Ghazwul Fikr) khususnya di kalangan ummat islam.

Menjawab tantangan zaman, Majelis Ta’lim Telkomsel (MTT) bekerjasama dengan Sekolah Pemikiran Islam (SPI) menyelenggarakan program School of Islamic Education and Leadership (SHIELD) bagi karyawan Telkomsel dan Telkom Group. Kegiatan ini akan berlangsung selama 9 kali pertemuan di kelas  setiap pekannya dengan menghadirkan pemateri-pemateri yang mumpuni di bidangnya dan 1 proyek sosial. Pembukaan SHIELD di mulai pekan lalu sekaligus menandai pengukuhan peserta SHIELD sebagai angkatan ke-8 SPI di Ruang Champion Gedung Telkomsel Smart Office Head Quarter Lt. 6 Jl. Gatot Subroto Kav 52, Jakarta Selatan, Senin, (05/03).

SHIELD hadir sebagai alternatif sarana untuk menambah ilmu dan wawasan secara intensif, terpadu dan berkesinambungan bagi karyawan muslim agar  dapat menjadi bagian dari solusi pada setiap permasalahan dan mampu menghadirkan perbaikan mulai dari diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.  Kegiatan ini bertujuan untuk melahirkan generasi Islam yang berbudi tinggi dan berpengetahuan luas, sekaligus menghidupkan tradisi ilmu pemikiran dan budaya diskusi keislaman di lingkungan kantor Telkomsel dan Telkom Group ditengah-tengah kesibukan bekerja.  Pembukaan SHIELD ini sekaligus sebagai ajang perkenalan dan pemaparan tata tertib selama kelas berlangsung.

Ketua SPI Pusat, Akmal Sjafril dalam sambutannya menuturkan, “Tantangan umat Islam khususnya di Indonesia sangatlah berat karena menyangkut masalah intelektual. Terlebih cara berpikir dan tradisi keilmuan yang ada saat ini sudah kehilangan identitasnya. Umat Islam secara tidak sadar terus disibukkan dengan hal-hal yang “receh” terkait khilafiyah yang sudah ada sebelumnya hingga melupakan masalah-masalah “pelik” mendasar lainnya meliputi segala bentuk propaganda dengan Ghazwul Fikr di berbagai aspek kehidupan yang semakin marak merusak moral dan pola pikir umat Islam terutama bagi mereka yang tidak menguasai informasi dan keilmuannya,” pungkasnya.

Respon Positif pun disampaikan peserta SHIELD, Siti Heliana. “Senang sekali mengikuti kelas ini. Saya berharap setelah ikut SHIELD bisa lebih peduli terhadap perang pemikiran yang sedang di alami oleh umat muslim di era globalisasi ini serta mengetahui  dan memahami cara menangkal perang pemikiran. Tak hanya itu saja, kegiatan ini pun sebagai sarana untuk membangun kembali budaya membaca dan menulis bagi diri sendiri, karena dalam melawan perang pemikiran dibutuhkan ilmu. Sehingga, bisa menyebarkan ilmu dan membawa budaya studi keilmuan seperti SHIELD ini ke lingkungan sekitar.

About adminmtt

Majelis Ta'lim Telkomsel adalah organisasi yang berasaskan Islam dan mewujudkan insan Telkomsel yang bertakwa, amanah, profesional, berakhlaq mulia serta mampu menyebarkan karakter tersebut baik di lingkungan Telkomsel maupun di lingkungan lainnya yang lebih luas