Telkom Craft Indonesia : Local Heroes to Global Champion

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) saat ini menjadi salah satu penggerak roda perekonomian nasional. Peran penting UMKM bahkan disiratkan dalam salah satu poin Nawa Cita pemerintah mengenai kemandirian ekonomi dan sektorsektor strategis domestik. Di era global ini, kemandirian ekonomi melalui UMKM diharapkan berdampak terhadap peningkatan daya saing bangsa. Pantang menyerah dan totalitas merupakan kunci keberhasilan kedua pelaku UMKM Mitra Binaan Telkom, Zulfian dan Catur Sugiyono. Meski menemui tantangan dan keterbatasan, mereka tidak berputus asa. Bahkan produk mereka telah masuk ke pasar mancanegara. Zulfian, salah seorang pelaku UMKM dari sektor kerajinan berbahan batu dan kayu, merupakan potret pahlawan ekonomi domestik yang sukses memperkenalkan keindahan batu alam Indonesia yang divariasikan di atas kayu kepada pembeli dari berbagai negara.

Zulfian mendirikan usaha membuat bermacam-macam kotak diantaranya kotak perhiasan, kotak tissue, bahkan berbagai plakat penghargaan di bawah bendera V&V Craft. Berkat pendampingan dari Telkom, baik bantuan permodalan maupun bantuan pelatihan dan fasilitas pemasaran produknya melalui penawaran berbagai pameran, usaha Zulfian terus berkembang dana saat ini omset per tahunnya mendekati Rp 1 milyar.

Lain lagi halnya dengan Catur Sugiyono. Membatik umumnya dituangkan di atas kain. Namun bagi Catur Sugiyono, justru kayu merupakan media untuk menuangkan motif batik. Batik kayu sendiri merupakan produk dari kayu yang dibatik dengan berbagai motif sesuai dengan jenis dan model yang diinginkan. Bentuknya bermacam-­macam, ada pigura, patung, tongkat, dan topeng. Daya tariknya terletak pada motif batiknya yang atraktif namun memiliki kesan klasik. Batik Kayu yang dikenal dengan brand Catur Batik Wood ini, sudah tersebar di outlet-­outlet Jakarta dan Bali, antara lain dua tempat di Sarinah­ Thamrin, Jakarta Pusat, dua tempat di terminal E dan D Bandara Soekarno­Hatta, Cengkareng­ Tangerang, dan tiga tempat di Bali.

Tidak hanya dikenal di Indonesia, karya-­karya batik kayu tersebut tak hanya beredar di Indonesia. Sejumlah negara, seperti Malaysia, India, Afrika Selatan dan Perancis sudah menjadi tujuan ekspor produknya. Omsetnya pun sudah mencapai ratusan juta rupiah per bulannya. Inilah dua dari banyak mitra binaan Telkom yang sukses menjalankan usahanya tidak hanya di lingkup domestik namun sudah go global di mancanegara.

Kedua mitra binaan ini akan hadir dalam sebuah pameran besar “Telkom Craft Indonesia” dengan tema Local Heroes to Global Champion. Bersama 126 mitra binaan Telkom terpilih yang telah melalui proses kurasi oleh Forsikatel, CDC Telkom dan kurator eksternal. Ayo mari kita ramaikan dan kunjungi Telkom Craft Indonesia, 10 – 12 Maret 2017 di Hall A Jakarta Convention Center. Acara ini juga dimeriahkan oleh fashion tutorial oleh hijaber community, fashion show oleh Ghea Panggabean dan mucis performance dari Project Pop. Free entry!

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi http://telkomcraftindonesia.com/

About adminmtt

Majelis Ta'lim Telkomsel adalah organisasi yang berasaskan Islam dan mewujudkan insan Telkomsel yang bertakwa, amanah, profesional, berakhlaq mulia serta mampu menyebarkan karakter tersebut baik di lingkungan Telkomsel maupun di lingkungan lainnya yang lebih luas

Leave a Reply