Sehat Ala Rasulullah

 

Pemateri : Ustadz dr Agus Rahmadi
Waktu     : 4 Juli 2013
Tempat   : Ballroom Telkomsel Lt.18 Gedung Wisma Mulia

 

Kenikmatan yang sering dilupakan adalah nikmat sehat. Akan terasa hilang saat manusia merasakan sakit. Sakit bisa saja dari Allah atau dari kita sendiri. Sementara nikmat sehat adalah murni dari Allah SWT. Maka, segala upaya kita untuk sehat adalah kembali kepada Allah SWT. Salah satu upaya agar tetap sehat adalah puasa. Puasa ini adalah amalan dari Nabi Muhammad yang dicontohkan kepada umatnya. Amalan ini adalah amalan rahasia karena hanya kita dan Allah yang tahu.

Orang yang dalam kondisi kenyang cenderung mengantuk, namun orang yang berpuasa dalam kondisi mengantuk ada tiga kemungkinan. Pertama, orang tersebut makan, dalam arti tidak berpuasa. Kedua, orang tersebut banyak beribadah malamnya sehingga siang hari mengantuk. Ketiga, orang tersebut mengidap suatu penyakit yang menyebabkan rasa kantuk. Itulah beberapa kemungkinan seseorang yang dalam keadaan puasa dan mengantuk. Namun, ada satu kemungkinan lagi yaitu tidak terbiasa bangun malam, sehingga ia mengantuk pada siang hari.

Rasulullah banyak melakukan perang dalam keadaan puasa di bulan Ramadhan. Allah sendiri yang memerintahkan untuk berperang di bulan tersebut. Secara teoritis, kalau puasanya benar, orang tersebut tidak mungkin lemas dan loyo saat berpuasa. Karena Allah menghadirkan horman TSH (Thyroid Stimulating Hormone), hormon yang membuat semangat. Jika orang yang berpuasa tidak bersemangat, maka hormon tersebut tidak dikeluarkan, salah satu penyebabnya adalah sering membayangkan makanan.

Manfaat puasa diantaranya akan mengaktifkan Hipotalamus. Hipotalamus bisa menghasilkan banyak hormon, salah satunya adalah hormon untuk kesuburan dan hormon pertumbuhan. Usia di bawah 25 tahun adalah masa pertumbuhan. Maka perbanyaklah makanan yang mengandung protein. Sementara di atas 25 tahun adalah masa penyusutan. Maka kurangi protein dan perbanyak serat. Manfaat lainnya adalah panjang umur, karena dapat menjaga kesehatan. Namun jika ada orang yang berpuasa mengeluhkan sakit maag, maka buka kesalahan puasanya tetapi dari pola makan. Saat berbuka disunnahkan makan kurma dan minum air putih saja dan bisa dilanjutkan dengan makan berat setelah shalat tarawih saat bulan Ramadhan.

Manfaat lainnya, orang yang berpuasa cenderung lebih cerdas. Penelitan selanjutnya menyebutkan bahwa puasa dapat menurunkan lingkar pinggang dan pinggul, menurunkan kadar kolestrol jika makanannya dijaga, dan dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Ibadah puasa ini juga perlu dilatih, tidak hanya pada bulan Ramadhan saja. Hal ini untuk menjaga agar lambung tidak stress akibat dari biasanya tidak berpuasa dan tiba-tiba harus berpuasa selama satu bulan.

Ketika berpuasa disarankan jangan menkonsumsi makanan yang merusak, contohnya adalah makanan yang diberi pengawet, pewarna, dan pemanis buatan. Konsumsilah yang baik, contohnya adalah madu untuk berbuka. Kemudian saat sahur makanlah makanan yang dapat menahan glukosa dan air yaitu pektin dan serat dalam sayuran dan buah apel. Yang terakhir dan paling utama adalah berpuasa ikhlas karena Allah SWT bukan karena yang lain. (Redaksi)

Share resume kajian ini secara DIGITAL melalui:
Fan pages FB : Majelis Ta’lim Telkomsel
Twitter: @mttelkomsel
Instagram: mt_telkomsel
Website: www.mtt.or.id

About adminmtt

Majelis Telkomsel Taqwa adalah organisasi yang berasaskan Islam dan mewujudkan insan Telkomsel yang bertakwa, amanah, profesional, berakhlaq mulia serta mampu menyebarkan karakter tersebut baik di lingkungan Telkomsel maupun di lingkungan lainnya yang lebih luas

Leave a Reply