Orang-Orang yang Dilaknat

#IslamicFocusGroupDiscussionMTT
Pemateri  : Ustadz M. Ridwan Yahya, Lc. MA.
Waktu       : 31 Agustus 2016
Tempat     : Masjid Tarqiyah Taqwa TSO HO Lt.9
 

Laknat dalam bahasa arab adalah bermakna dijauhkan dari rahmat Allah, dijauhkan dari kasih sayang Allah. Sudah tentu ini adalah penting untuk kita karena salah satu yang kita butukan dalam hidup ini adalah rahmat Allah. Alangkah terpuruknya kita jika dijauhkan dari rahmat Allah, bahkan salah satu alasan kita bertaqwa kepada Allah adalah untuk mendapatkan rahmat Allah. Oleh sebab itu, kita harus mengetahui apa saja yang dapat mendatangkan laknat Allah. Jika suatu perbuatan mendapat laknat Allah, maka perbuatan tersebut adalah tidak biasa.

Pertama, orang yang diancam laknat Allah adalah orang yang terlibat dalam sogok-menyogok. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, Allah melaknat orang yang menyogok dan orang yang disogok serta orang yang menjadi perantara untuk keduanya. Hal ini menunjukkan yang dilaknat adalah perantara atau pihak ketiga ini, karena bisa saja menjerumuskan keduanya untuk melakukan transaksi.

Kedua adalah orang yang terlibat dalam minuman keras atau khamr. Patokannya adalah bukan minuman dengan nama khamr, tetapi minuman yang memenuhi kriteria khamr yaitu zat yang dapat memabukkan. Khamr ini dilaknat adalah karena zatnya, dilaknat juga orang yang meminumnya, orang yang menuangkannya, orang yang menjualnya, orang yang membelinya, orang yang memproduksinya, orang yang memesan, orang yang mengantarnya, orang yang meminta diantarkan khamrnya, dan orang yang menikmati hasil penjualannya.

Ketiga adalah orang yang berperilaku seks menyimpang. Diantaranya, Allah melaknat orang yang melakukan seks dengan binatang. Kemudian, Allah melaknat perilaku kaum Nabi Luth, yaitu homoseks. Adzab yang turun tidaklah kepada pelaku homoseks tersebut, tetapi kepada kaum tersebut. Maka tugas kita adalah amal makruf dan nahi munkar. Hal tersebut adalah untuk menjaga kita semua dari adzab Allah.

Keempat adalah orang yang menyembelih bukan untuk Allah SWT. Menyembelih dalam Islam adalah dalam rangka untuk mencari ridha Allah. Menyembelih hewan kurban pun adalah karena Allah SWT, bukti taqwa kepada-Nya. Maka orang yang menyembelih untuk sesembahan dan yang lainnya, adalah akan mendapat laknat Allah.

Kelima adalah orang yang melindungi pelaku bid’ah atau orang yang mengada-ada dalam Islam. Bid’ah itu adalah sesat, tetapi penerapannya haruslah benar, karena tidak semua yang baru itu adalah bid’ah.

Keenam adalah orang yang mengubah batasan-batasan tanah. Dalam fenomena modern biasanya dengan memalsukan dokumen-dokumen tanah, ini juga dilaknat oleh Allah.

Ketujuh adalah orang yang menghina sahabat Nabi. Jika ada orang yang menjurus kepada menghina dan merendahkan martabat sahabat Nabi. Itu salah satu tanda dirinya akan mendapat laknat Allah. Islam saja bisa sampai kepada kita salah satunya karena para sahabat, maka kita pun harus menghormati mereka.

Kedelapan adalah orang yang memotong tubuh hewan yang masih hidup. Di zaman jahiliyah ada perilaku yang mendatangkan laknat Allah, yaitu ingin memakan daging tetapi tidak mau menyembelih binatang tersebut, akhirnya dipotong bagian tubuh hewan tersebut. Betapa dzalimnya karena sakitnya hewan tersebut.

Kesembilan adalah orang yang melaknat kepada kedua orang tuanya. ketika kita melaknat atau mengejek orang tua dari teman kita, maka teman kita akan melaknat orang tua kita, sehingga seolah-olah kita melaknat orang tua kita sendiri. Dalam Islam sendiri, umat Islam dilarang mencaci maki agama lain, karena mereka akan balik mencaci maki Allah. (Redaksi)

Share resume kajian ini secara DIGITAL melalui:
Fan pages FB : Majelis Ta’lim Telkomsel
Twitter: @mttelkomsel
Instagram: mt_telkomsel
Website: www.mtt.or.id

About adminmtt

Majelis Telkomsel Taqwa adalah organisasi yang berasaskan Islam dan mewujudkan insan Telkomsel yang bertakwa, amanah, profesional, berakhlaq mulia serta mampu menyebarkan karakter tersebut baik di lingkungan Telkomsel maupun di lingkungan lainnya yang lebih luas

Leave a Reply