Monalisa, Muslimah Cantik Jago Tekwondo

IMG_20170208_180702Indah Monalisa, anak juara MTT Sumbagsel siswa berprestasi di bidang tekwondo.

 

Kecantikan parasnya, Kulitnya yang kuning langsat, postur proporsional dibalut dengan hijabnya berbanding lurus dengan kecantikan budi pekertinya secantik lukisan Monalisa. Terlahir dari Rahim Ibu Yuningsih, anak ke 3 dari 4 bersaudara ini tinggal bersama ibu kandung, ayah tiri, paman dan adiknya di rumah kontrakan sederhana. Indah Monalisa begitulah sapaan akrabnya, sejak berusia 1 tahun, ibu dan ayah kandungnya telah bercerai, hingga saat ini Indah tak pernah tau rupa ayahnya bahkan keberadaan ayah kandungnyapun tak ia ketahui. 3 tahun yang lalu ibunya menikah lagi dengan pria yang berprofesi sebagai pedagang sayur di pasar 26 Ilir Palembang.

photo_2017-02-09_16-42-42Indah bersama Ibu Yuningsih sehari-hari berjualan kue basah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Ibu Yuningsih bukanlah wanita lemah. Sejak Indah masih kecil, sebelum ia menikah lagi bahkan hingga sekarang masih tetap semangat mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup dan sekolah anak-anaknya. Setiap hari, ia harus bangun di sepertiga malam tak hanya untuk bermunajat kepada Allah tapi juga mulai berkutat di dapur untuk membuat kue-kue yang akan ia jajakan. Beliau membuat donat dan roti goreng untuk dijual di pagi hari lantas di siang harinya beliau membuat kembali kue-kue tersebut untuk dijual sore hari. Dengan menggunakan sepeda lama telah dimodifikasi untuk memudahkan membawa keranjang kue dagangannya, beliau berkeliling komplek perumahan. Tak kenal lelah dan selalu tersenyum itulah yang terlihat pada sosok wonder women satu ini.

photo_2017-02-09_16-43-02

Rumah kontrakan tempat tinggal Indah dan sudaranya.

Sejak kecil Indah sangat mengerti beban hidup yang ditanggung ibunya. Tak ada gengsi dan rasa malu, Indah menjajakan kue buatan ibunya di sekolah. Barulah saat kelas XII SMA, Indah tak lagi berjualan di sekolah karena mendapat larangan dari kepala sekolah dengan tujuan agar anak-anak bisa lebih konsentrasi dengan pelajaran mereka.

Pemilik motto hidup “Jangan pernah sia-siakan waktu sedetikpun,” ini meluangkan waktu senggangnya sepulang sekolah dengan membantu ibunya membuat kue. Indah sangat menyayangi ibunya. Hal itu diwujudkannya dengan selalu berprestasi di pendidikannya. Sejak SD Indah selalu masuk peringkat 10 besar dan di SMP selalu masuk peringkat 3 besar, namun menginjak bangku SMA yang penuh dengan persaingan, sulit bagi Indah untuk bisa masuk peringat 3 besar, hanya sesekali saja Indah berhasil masuk peringkat 10 besar.

Taks mau monoton pada aktifitas belajar saja, Indah juga aktif mengikuti kegiatan ekstrakulikuler. Saat SD, Indah pernah mendapat Juara Umum III Lomba Pasukan Baris Berbaris (PBB). Di SMA Negeri 2, Indah yang aktif di organisasi Rohis menjabat sebagai danus sesi konsumsi ini kerap menggagas kegiatan usaha kreatif. Selain itu, saat kelas X Indah juga mengikuti kegiatan Taekwondo. Pada Maret 2015 Indah mengikuti kenaikan tingkat sabuk kuning dan di bulan April 2015 ia sudah mengikuti kejuaraan Taekwondo tingkat kota yang berhasil menyabet Juara II dengan membawa pulang medali perak. Sayangnya saat kelas XI semester I, Indah harus melepaskan mimpinya untuk memperdalam kemampuan Taekwondo karena terkendala biaya.

photo_2017-02-09_16-42-36

Indah memakai seragam tekwondo bersabuk kuning kebangaannya.

Walau aktif dikegiatan organisasi sekolahnya tak membuat Indah lelah mengikuti kegiatan lain di luar sekolah. Indah yang sudah mendapatkan beasiswa Majelis Ta’lim Telkomsel (MTT) Regional Sumbagsel ini, sejak tahun 2016 rajin mengikuti pembinaan MTT Sumbagsel bersama Rumah Zakat (RZ) cabang Palembang setiap 2 minggu sekali. Berbekal beasiswa yang diperolehnya, Indah yang kini duduk di kelas XII SMA jurusan IPA ini menggunakan beasiswanya untuk membiayai kursus bahasa Inggris. Hal ini dilakukannya untuk bisa mewujudkan cita-citanya menjadi Dokter.

“Alhamdulillah dengan beasiswa MTT ini, Indah biso ikut les bahasa inggris, idak bebani ibu soalnyo bayaran les bahasa inggris ni mahal nian. Indah dak pacak nian bahasa Inggris daripada duet beasiswanya Indah pakek untuk ngelanjutin Taekwondo lebih baik Indah pakek untuk les bahasa Inggris. Indah pengen jadi Dokter, kalo nak jadi dokter harus biso bahasa Inggriskan, ujarnya dengan penuh harap. (Retno/Fitri)

 

Leave a Reply