Sikap Riya Penghapus Amal

Ikhlas adalah amalan hati, tidak ada satu orang pun yang tahu bahkan sang pelaku sendiripun tidak akan pernah tahu kecuali Alloh SWT. Namun janganlah karena takut dianggap tidak Ikhlas hingga akhirnya kita tidak melakukan amal kebaikan. Mencapai tingkat Ikhlas memang sulit, karena tantangannya cukup banyak diantaranya sifat Riya’ , Sum’ah , Ujub dan Takabur.
Apa itu Riya, Sum’ah, Ujub dan Takabur ?
Riya yaitu melakukan ibadah dengan niat supaya ingin dipuji manusia, dan tidak berniat beribadah kepada Allah SWT.
Nabi SAW bersabda, “ Maukah kamu kuberitahu tentang sesuatu yang menurutku lebih aku khawatirkan terhadap kalian daripada (fitnah) Al masih Ad Dajjal? Para sahabat berkata, “Tentu saja”. Beliau bersabda, “Syirik khafi (yang tersembunyi), yaitu ketika seorang berdiri mengerjakan shalat, dia perbagus shalatnya karena mengetahui ada orang lain yang memperhatikannya “

Sum’ah yaitu membicarakan atau memberitahukan amal shalihnya -yang sebelumnya tidak diketahui atau tersembunyi- kepada manusia lain agar dirinya mendapatkan kedudukan dan/atau penghargaan dari mereka, atau mengharapkan keuntungan materi.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia…” (QS. Al-Baqarah : 264)

Ujub adalah mengagumi diri sendiri, yaitu ketika kita merasa bahwa diri kita memiliki kelebihan tertentu yang tidak dimiliki orang lain, serta tidak menyadari bahwa segala sesuatu adalah atas kuasa Alloh SWT.
“Bagi Alloh semua kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antaranya.” (QS. Al Maidah : 120)

Sementara Takabur atau Sombong, hampir sama dengan Ujub yaitu merasa hebat serta menampakkan kehebatannya dan kebesarannya dibandingkan dengan orang lain.
“maka masuklah pintu-pintu neraka jahanam, kamu kekal didalamnya, maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri”. (Q.S An Naml : 29)
“sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong”. (Q.S An Nahl : 23)

Lalu bagaimana caranya melatih sikap Ikhlas ?
1. Seperti tag line sebuah brand ternama : JUST DO IT !
Lakukan saja tanpa ambil pusing apa kata orang, apakah orang lain akan memuji atau mencela ketika kita berbuat amal kebaikan.
2. Diatas langit ada langit. Ingat, masih banyak manusia yang jauh lebih mulia, lebih baik dari diri kita.
3. Untuk diri sendiri lupakan kebaikan, ingat dosa / aib kita ! Sebaliknya bersikap untuk orang lain ingat kebaikannya, lupakan / maafkan kesalahannya.

Akhirnya mari perbanyak memohon kepada Alloh SWT, dengan doa yang diajarkan Nabi SAW , “Allahumma inni a’udzubika an usyrika bika wa ana a’lam wa astaghfiruka lima laa a’lam (‘Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik yang aku sadari. Dan aku memohon ampun kepada-Mu atas dosa-dosa yang tidak aku ketahui).”

About adminmtt

Majelis Telkomsel Taqwa adalah organisasi yang berasaskan Islam dan mewujudkan insan Telkomsel yang bertakwa, amanah, profesional, berakhlaq mulia serta mampu menyebarkan karakter tersebut baik di lingkungan Telkomsel maupun di lingkungan lainnya yang lebih luas

Leave a Reply