Semangat Berkarya Penyandang Disabilitas Asal Pekanbaru

PEKANBARU— Nuria (36) tetap semangat berkarya meski memiliki keterbatasan fisik. Ditengah keterbatasannya, penyandang disabilitas asal Kelurahan Labuh Baru Barat Kecamatan Payung SekakiKota Pekanbaru, Riau ini tidak suka mengeluh bahkan tak jarang ia menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitarnya.

Pagi itu, seperti biasanya Nuria berjalan kaki dari rumah menuju halte bus terdekat. Nuria lantas melanjutkan perjalanannya menggunakan bus kecil menuju lokasi pelatihan menjahit di 3dhe yang terletak di Jalan Merpati Sakti Pekanbaru. Nuria kemudian menyambung perjalanannya dengan menggunakan ojek online, mengingat lokasi pelatihan yang berada di ujung gang dan cukup jauh dari tempat pemberhentian bus.

Rutinitas seperti ini biasa dilakoni Nuria setiap jadwal pelatihan menjahit. Nuria merupakan salah satu peserta Program Kemandirian Pelatihan Menjahit Bagi Difabel, yang digagas Majelis Ta’lim Telkomsel (MTT) Regional Sumbagteng bersama Rumah Zakat Pekanbaru.

Kini, Nuria sudah bisa menjahit beberapa jenis pakaian seperti gamis dan kemeja pria. Nuria sangat senang dan bersyukur sekali dengan adanya program pelatihan menjahit ini.

“Saya dulu tidak bisa menjahit. Berkat pelatihan ini, saat ini saya sudah bisa menjahit,” Tutur Nuria saat ditemui usai mengikuti pelatihan menjahit, Selasa, (27/08).

Meski memiliki keterbatasan, Nuria mengaku tidak mengalami kendala selama mengikuti program pelatihan. Nuria pun berharap kedepannya bisa menjahit semua model baju. Selama satu bulan mengikuti program pelatihan sejak 29 Juli 2019, Nuria telah mempelajari tata cara menjahit seperti membuat pola, menggunting kain, menjahit, dan lainnya .

Instruktur Program Kemandirian Pelatihan Menjahit Bagi Difabel, Evi mengatakan, “Keterbatasan yang dimiliki para peserta tidak menjadi hambatan dalam mengikuti pelatihan. Dibuktikan dengan materi yang selama ini disampaikan sejauh ini berjalan dengan lancar. Hanya saja memang para peserta belum terlalu percaya diri. Kedepannya kami akan lebih memotivasi peserta untuk lebih percaya diri. Selain itu, kami berharap mereka bangga atas produk-produk hasil karya mereka sendiri yang mereka jahit dengan penuh semangat.” (Redaksi)

About adminmtt

Majelis Ta'lim Telkomsel adalah organisasi yang berasaskan Islam dan mewujudkan insan Telkomsel yang bertakwa, amanah, profesional, berakhlaq mulia serta mampu menyebarkan karakter tersebut baik di lingkungan Telkomsel maupun di lingkungan lainnya yang lebih luas

Leave a Reply