Sedikitnya 100 orang diyakini tewas dalam serangan gas di Idlib Suriah

Serangan kimia yang diduga menewaskan sedikitnya 100 orang di daerah Idlib pada Selasa, (04/04), meninggalkan 400 penderitaan lain dari masalah pernapasan, kata kelompok bantuan medis Suriah.
Korban tewas kemungkinan akan meningkat, menurut Uni Pelayanan Medik Organisasi, koalisi lembaga bantuan internasional yang mendanai rumah sakit di Suriah dan yang sebagian berbasis di Paris. Kelompok itu mengatakan desa Khan Sheikhoun ke selatan Idlib awalnya telah memukul sebelum serangan di pusat layanan darurat Putih Helm di Khan Sheikhoun dan rumah sakit Al-Rahme.
“Kami telah melihat lebih dari 40 serangan sejak 06:30 A.M,” katanya. “Jumlah korban terus meningkat karena melakukan pemogokan di wilayah Idlib serta serangan non-kimia di Hama,” kata kelompok itu.
Rusia membantah pesawat-pesawat tempur yang berada di belakang serangan udara Selasa, kantor berita resmi RIA melaporkan, mengutip kementerian pertahanan. Media yang berafiliasi dengan rezim Assad mengutip seorang pejabat Angkatan Darat Suriah senior yang membantah laporan mengenai penggunaan gas sarin atau senjata kimia lainnya. “Kami tidak menggunakan senjata seperti itu, tidak sekarang dan tidak di masa lalu, dan kami tidak akan menggunakannya di masa depan,” dia seperti dikutip.
Serangan itu menyebabkan banyak orang tersedak atau pingsan, dan beberapa memiliki busa keluar dari mulut mereka, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, mengutip sumber-sumber medis yang menggambarkannya sebagai tanda serangan gas.
Serangan udara juga melukai lebih dari 60 orang di kota Khan Sheikhoun di Idlib yang dikuasai pemberontak, kata Observatorium.
Perancis menyerukan pertemuan Dewan Keamanan PBB di bangun dari serangan, AFP melaporkan.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini mengatakan rezim Presiden Assad memikul tanggung jawab atas serangan kimia “mengerikan”.
Aktivis di Suriah utara beredar gambar di media sosial menunjukkan korban dilaporkan dengan busa di sekitar mulutnya, dan pekerja penyelamat menyiram bawah anak-anak hampir telanjang menggeliat di lantai.
Sebuah sumber militer Suriah mengatakan pekan lalu tuduhan bahwa pasukan pemerintah menggunakan senjata kimia adalah “tanpa kebenaran.”
Pada hari Senin, jet Suriah membom daerah pemukiman di pedesaan timur Damaskus, menewaskan dan melukai puluhan di beberapa serangan bom terberat di kantong pemberontak utama di dekat ibukota dalam beberapa bulan, warga dan aktivis mengatakan.
Sumber : http://www.haaretz.com/

About adminmtt

Majelis Ta'lim Telkomsel adalah organisasi yang berasaskan Islam dan mewujudkan insan Telkomsel yang bertakwa, amanah, profesional, berakhlaq mulia serta mampu menyebarkan karakter tersebut baik di lingkungan Telkomsel maupun di lingkungan lainnya yang lebih luas