Orangtuamu dan Pasanganmu, Salah Satu Jalan Menuju Syurga-Nya

Pembicara     : DR. Agus Setiawan, Lc., MA.
Waktu             : Kamis, 16 Maret 2017
Tempat           : Masjid Tarqiyah Taqwa TSO HO
Acara              : Kajian Ilsma Intensif

 

Iman merupakan sebuah karunia dari Allah SWT. Iman tidak selalu menjadikan tawa riang atau harta yang melimpah. Namun, Allah menjanjikan kebahagiaan di akhirat kelak. Iman tidak selalu diiringi dengan kebahagiaan, jalannya pun selalu dibarengi dengan ujian-ujian. Termasuk kehidupan di dunia. Allah sandingkan perintah berbakti kepada orang tua setelah perintah beriman kepada Allah.

Firman Allah SWT:

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (Q.S Al-Isra : 23)

Allah sebagai pencipta dan orang tua sebagai sebab keberadaan seorang anak. Sudah sepatutnya seorang anak untuk berbakti kepada orang tua, meskipun mereka berbeda agama sekalipun. Kemuliaan anak yang berbakti kepada orang tuanya yakni doanya senantiasa didengar oleh Allah SWT. Pada masa Umar bin Khatab, beliau bertanya kepada rombongan dari Yaman, siapa diantara mereka yang pernah mengalami sakit sopak (sakit putih pada kulit). Beliau mencari orang tersebut karena dia lah yang mendapat kemuliaan doanya akan terkabul karena baktinya kepada ibunya, Rasul menceritakan tentang orang tersebut, yaitu Uwais Al-Qarni.

Allah akan memberikan kehidupan yang bahagia kepada orang yang berbakti kepada orangtuanya. Sheikh Usaimin mengatakan, apabila anda memiliki sifat buruk dan merasa sulit untuk melepaskan diri dari sifat itu atau merasa kehidupan terasa berat, maka coba lihat bagaimana baktinya kepada kedua orang tua. Dalam sebuah kisah yang tertera dalam hadits riwayat Bukhari, diceritakan bahwa ada tiga orang yang terjebak dalam sebuah gua. Dan untuk membuka gua tersebut dibutuhkan keutamaan amal yang mereka miliki, salah satunya adalah dengan berbakti kepada orang tua. Sungguh celaka orang yang masih memiliki orang tua atau salah satunya dan tidak membuatnya masuk ke Surga. Luangkanlah waktu sesibuk apapun untuk bersama dengan orang tua, perhatikanlah mereka dengan sepenuh hati, serta penuhilah meskipun mereka tidak meminta.

Allah SWT dengan ajaran Islam memuliakan seorang wanita. Baik wanita sebagai seorang anak, wanita sebagai orang tua, dan wanita sebagai seorang istri. Maka ketika seorang istri meninggal dunia dan suaminya ridha, maka Surga untuknya. Dalam sebuah hadits disebutkan, bahwa ketika seorang wanita menjaga shalat lima waktu, melaksanakan puasa Ramadhan, dan menjaga kemaluannya, serta taat kepada suaminya, maka ia dipersilahkan masuk Surga melalui pintu yang mana saja yang dikehendaki. Taat kepada suami adalah bentuk penghambaan kepada Allah SWT.

Dalam Islam, posisi suami adalah sebagai pemimpin dalam keluarga. Namun tidak terlepas dari kewajiban seorang suami kepada istrinya, yaitu bakti seorang suami kepada istrinya dengan mempergauli mereka secara baik. Salah saunya adalah dengan nafkah halal yang diberikan sehingga dapat membentenginya dari api neraka dan merupakan keutamaan pemberian nafkah seorang suami kepada istrinya adalah bernilai sedekah di sisi Allah. Satu yang perlu diperhatikan oleh suami dan istri adalah menjaga nama baik pasangannya di depan anaknya maupun orang lain, karena aib tersebut bagaikan aurat yang harus ditutup. (Redaksi)

 

About adminmtt

Majelis Telkomsel Taqwa adalah organisasi yang berasaskan Islam dan mewujudkan insan Telkomsel yang bertakwa, amanah, profesional, berakhlaq mulia serta mampu menyebarkan karakter tersebut baik di lingkungan Telkomsel maupun di lingkungan lainnya yang lebih luas

Leave a Reply