MTT Sulawesi Bantu Pengobatan Penderita Tumor Ganas

MAKASSAR— Diusianya yang tak lagi muda, Janda dari keluarga pra sejahtera sekaligus Ibu dari 4 anak ini hanya bisa terbaring lemah diatas kasur reot dirumahnya. Sejak beberapa tahun terakhir, Rabiana (45) menderita gumor ganas yang menggerogoti sekujur tubuhnya. Hanya Aprianto (13) dan Reski Aditya (8) kedua buah hatinya yang setia merawatnya.

Rabiana sebenarnya masih memiliki anak lainnya yang sudah dewasa. Namun, keduanya telah berkeluarga dan menetap di tempat lain. Sementara itu, Aprianto sudah genap setahun memilih berhenti dari bangkus sekolah menengah pertama demi merawat sang ibu tercinta. Ia rela menghabiskan masa remajanya untuk memikul beban dan mengambil alih peran dalam keluarga. Tidak hanya untuk sekedar mengurus keperluan rumah tangga, seperti masak dan mencuci, Aprianto juga menjadi satu-satunya tumpuan harapan Rabiana saat hendak makan ataupun buang air besar.

Ditengah kesibukan merawat sang ibu, Aprianto harus menyisihkan waktunya untuk ikut mengumpulkan buah kakao di kebun bersama warga setempat ataupun mencari kayu bakar di hutan untuk dijual demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya meskipun uang yang diperolehnya tak seberapa. “Meski cuman sepuluh sampai dua puluh ribu, paling tidak bisa dipakai buat beli ikan,“ kata Aprianto lirih.

Walau mengurus rumah, mencari nafkah hingga merawat sang ibu bukan pekerjaan yang mudah dilakukan bagi seorang Aprianto seorang diri, diakui hal tersebut tidak pernah membuatnya sedih. Baginya, itu adalah bentuk bakti kepada sang ibunda.

Selain harus merawat sang ibu dan mengurus keperluan rumah tangga, Aprianto tidak pernah melupakan perannya sebagai seorang kakak. Dikala senggang, Aprianto masih menyempatkan mendampingi adiknya yang saat ini masih duduk di bangku kelas II sekolah dasa untuk belajar.

“Biar saya saja yang putus sekolah, semoga adik saya bisa terus sekolah untuk menggapai cita-citanya,“ ungkapnya haru.

Tak jarang Aprianto harus berbagi peran dengan adiknya yang bertugas menjaga ibunya di rumah sepulang sekolah selagi ia bekerja mencari nafkah. Walau memiliki dua saudara yang lebih dewasa, Aprianto mengaku tidak menaruh harapan besar pada kedua kakaknya. Lantaran mereka telah memiliki keluarga masing-masing. Kendati demikian, diakui kedunya masih biasa berkunjung sekedar melihat kondisi sang ibu atapun memberikan sedikit uang untuk kebutuhan sehari-hari.

Peduli kondisi Ibu Rubiana dan keluarga, Majelis Ta’lim Telkomsel (MTT) Regional Sulawesi bersinergi dengan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) menyalurkan bantuan biaya kesehatan yang diserahkan langsung di kediaman Ibu Rubiana di Dusun Tondok Pata Desa Riso, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polman, Senin, (21/1/ 2019).

“Semoga donasi ini bisa membantu biaya hidup keluarganya. Mudah-mudahan ibu Rabiana bisa dirujuk ke Rumah Sakit di Makassar untuk berobat,” ujar Amil IZI Sulawesi Selatan, Muh. Riswan. (Redaksi)

 

 

 

 

 

 

 

 

About adminmtt

Majelis Ta'lim Telkomsel adalah organisasi yang berasaskan Islam dan mewujudkan insan Telkomsel yang bertakwa, amanah, profesional, berakhlaq mulia serta mampu menyebarkan karakter tersebut baik di lingkungan Telkomsel maupun di lingkungan lainnya yang lebih luas

Leave a Reply