MTT Kalimantan Berikan Penyuluhan Kesehatan tentang “Pencegahan Hipertensi” kepada Warga Desa Jelapat

BARITO KUALA Penyakit Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu penyakit yang banyak diidap penduduk Indonesia. Kerap kali, penyakit hipertensi berisiko terhadap penyakit stroke, gangguan ginjal dan jantung, serta demensia. Penyebab hipertensi belum bisa dipastikan, hanya saja 90 persen pengidap hipertensi dikarenakan faktor  usia yang mulai menua diatas usia 65 tahun, terlalu banyak mengkonsumsi garam, kelebihan berat badan atau obesitas, penyakit turunan dari salah satu anggota keluarga, kurang mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran, jarang berolahraga, serta terlalu banyak mengkonsumsi kopi dan minuman keras.

Dibutuhkan kepedulian dan pencegahan sejak dini akan bahaya penyakit hipertensi. Sebagai wujud kepedulian akan kondisi kesehatan masyarakat khususnya di daerah pelosok, Majelis Ta’lim Telkomsel (MTT) Regional Kalimantan bekerjasama dengan Rumah Zakat Banjarmasin mengadakan aksi siaga sehat berupa layanan kesehatan dan pengobatan gratis serta memberikan  penyuluhan tentang “pencegahan hipertensi” kepada warga Desa Jelapat 1, Kec. Tamban, Kab. Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Kamis, (10/08).

Dengan lugas Dr. Rizki menyampaikan tentang bahaya serta pencegahan hipertensi. “Sedikit mengubah pola hidup agar lebih sehat dan menjauhkan serta mengurangi pemacu hipertensi  akan sedikit mengurangi penyebab hipertensi. Terlebih dengan mengukur tekanan darah melalui pemeriksaan rutin kepada dokter ataupun bidan minmal 3 sd. 6 bulan sekali akan mengurangi bahkan melindungi dari gejala hipertensi,” kata Dr. Rizki.

Sementara itu, pencegahan dan pengobatan hipertensi bisa dilakukan dengan mengkonsumsi makanan sehat, mengurangi makanan yang beralkohol tinggi, kafein dan garam, berhenti merokok, serta berolahraga secara teratur. “Mencegah hipertensi lebih mudah dan murah dibandingkan dengan mengobatinya. Maka dari itu, pencegahan sebaiknya dimulai sejak dini. Jika dibiarkan terlalu lama, hipertensi bisa menimbulkan komplikasi penyakit yang bisa mengancam jiwa pengidapnya,” tambah Dr. Rizki.

Sebanyak 185 warga terdiri dari anak-anak, dewasa, dan lansia mengikuti kegiatan ini. Aksi siaga sehat yang dimulai sejak pagi hingga siang ini pun di sambut baik warga Jelapat. “Saya senang dengan kegiatan siaga sehat ini. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan dengan rutin,” ujar Yati (22), warga Desa Jelapat.

Sementara itu Heri Suryanto, Pengurus MTT Branch Banjarmasin menuturkan, “harapannya aksi siaga sehat secara cuma-cuma ini bisa dinikmati masyarakat  di daerah plosok dan bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat di Kalimantan pada umumnya.” (Redaksi)

Mari salurkan donasi terbaik anda melalui #TCASH hubungi ‘*800*688# atau melalui:
1. BNI Syariah 0811813812 an. Majelis Ta’lim Telkomsel (Zakat)
2. BNI Syariah 8118118139 an. UPZ Majelis Ta’lim Telkomsel (Infaq/Shadaqah)

Share rilis ini secara DIGITAL melalui:
Fan pages FB : Majelis Ta’lim Telkomsel
Twitter: @mttelkomsel
Instagram: mt_telkomsel
Website: www.mtt.or.id

 

About adminmtt

Majelis Ta'lim Telkomsel adalah organisasi yang berasaskan Islam dan mewujudkan insan Telkomsel yang bertakwa, amanah, profesional, berakhlaq mulia serta mampu menyebarkan karakter tersebut baik di lingkungan Telkomsel maupun di lingkungan lainnya yang lebih luas