MTT dan IMS Gelar Khitanan Mualaf Suku Togutil

HALMAHERA— Majelis Ta’lim Telkomsel (MTT) bersama Islamic Medical Services (IMS) menyelenggarakan khitanan massal bertajuk “Senyum Peduli Dhuafa dan Muallaf Pedalaman” yang diikuti 120 mualaf Suku Togutil di  dua lokasi berbeda di Desa Wasileo dan Desa Patlean, Kecamatan Maba Utara, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara selama lima hari. Bahkan paramedis MTT-IMS harus berjalan selama 3 jam dari desa terdekat menuju hutan yang dihuni Suku Togutil.

Sebelumnya, Suku Togutil yang berada di Hutan Halmahera Timur telah mengucapkan dua kalimat syahadat yang dibimbing langsung Ustadz Nurhadi dari Yayasan Hidayatullah. Lewat pendekatan dan pendampingan yang cukup intens oleh Ustadz Nurhadi, mereka tertarik untuk masuk islam.

Suku yang hidup nomaden dengan berpindah-pindah didalam hutan ini, tak memiliki tempat tinggal, mereka hanya bermukim di gubuk ala kadarnya untuk sekedar berteduh. Mereka hidup berkelompok dan sering berpindah tempat untuk mencari makanan yang berasal dari alam yang tersedia di hutan.

Sejak kehadiran Ustadz Nurhadi, perlahan-lahan mereka mulai memeluk dan mempelajari agama islam. Mereka pun mulai menjalani kehidupan yang lebih baik dengan belajar bercocok tanam hingga mulai menggunakan pakaian setelah sebelumnya tak pernah menggunakan pakaian sama sekali. Sedikit demi sedikit perilaku mereka pun sudah mulai berubah. Bahkan kini, para lelaki Suku Togutil sudah mulai berkeinginan untuk dikhitanan guna menyempurnakan keislamannya.

“Hal penting selain pembinaan dan pendampingan untuk orang-orang suku Togutil terutama untuk kaum laki-lakinya adalah khitan. Sejak setahun yang lalu, kami sudah berkomunikasi dengan Direktur IMS agar program kesehatan di pedalaman Halmahera Timur bisa dijangkau oleh IMS. Alhamdulillah untuk bantuan-bantuan lainnya sudah banyak yang masuk meskipun masih banyak kebutuhan Suku Togutil yang belum terpenuhi. Namun, untuk layanan kesehatan terutama untuk khitanan Suku togutil belum ada sama sekali,” tutur Ustadz Nurhadi saat ditemui usai acara, Ahad, (31/03/2019).

Sementara itu, dibutuhkan waktu selama dua hari dari Ternate menuju lokasi kegiatan dengan menggunakan dua kali jalur laut dan dua kali jalur darat. Medan yang berat seringkali membuat petugas kesehatan yang ditugaskan tidak betah dan memutusakan untuk tidak melanjutkan layanan kesehatan disana. Namun, paramedis MTT-IMS tetap semangat melanjutkan perjalanan guna terlaksananya khitanan massal tersebut.

Sebanyak 1200 mualaf di daerah pedalaman telah dikhitan oleh MTT dan IMS. Kali ini, Halmahera Timur menjadi lokasi kegiatan khitanan massal untuk warga pra sejahtera maupun mualaf yang tinggal di daerah pedalaman tersebut.

Kegiatan ini pun disambut baik Kepala Desa Wasileo. “Ini merupakan kegiatan yang sangat luar biasa dari MTT dan IMS yang sudi jauh-jauh datang dari Jakarta untuk memberikan layanan kesehatan berupa khitanan massal dan pengobatan gratis bagi warga kami. Kegiatan ini pertama kalinya dilakukan di desa kami. Terima kasih atas layanan yang telah diberikan. Semoga kegiatan ini bisa kembali dilakukan disini, terlebih manfaatnya sangat besar bagi kami.” (Redaksi)

About adminmtt

Majelis Ta'lim Telkomsel adalah organisasi yang berasaskan Islam dan mewujudkan insan Telkomsel yang bertakwa, amanah, profesional, berakhlaq mulia serta mampu menyebarkan karakter tersebut baik di lingkungan Telkomsel maupun di lingkungan lainnya yang lebih luas

Leave a Reply