Majelis Ta’lim Telkomsel Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Rohingya

JAKARTA— Tragedi kemanusiaan terhadap etnis Rohingya yang berlangsung sejak tahun 2012 telah menjadi  sorotan dunia. Pasca konflik antar komunal meletus, puluhan ribu pengungsi tinggal di tenda-tenda pengungsian. Bahkan, gelombang pengungsian besar-besaran terjadi selama bertahun-tahun.

Kini konflik semakin memanas. Warga Rohingya disiksa, dipenjara, diperkosa, hingga dibunuh, di  Myanmar. Perkampungan mereka pun turut dibakar. Dalam seminggu, hampir 400 orang telah terbunuh dan 38.000 etnis Rohingya telah meninggalkan desa mereka berusaha menyeberang ke Bangladesh. Julukan “etnis paling tertindas di dunia” disematkan PBB pada Rohingya. Mereka tak punya negara, tak diterima sebagai bagian dari masyarakat di tempat mereka bertumbuh.   Mereka pun terlunta-lunta ditengah konflik yang tak berkesudahan.

UNICEF melaporkan bahwa 150 anak meninggal setiap hari di daerah ini, sebelum mereka mencapai usia lima tahun. Hampir 30% anak balita menderita gizi buruk, sedang, atau parah. Adapun lebih dari separuh anak hidup di bawah garis kemiskinan. Penduduk sipil kini menghadapi tantangan kemiskinan, masalah kewarganegaraan, dan perdagangan manusia. Mereka juga memiliki akses terbatas terhadap layanan kesehatan dan pendidikan.

Sebagai wujud kepedulian, Majelis Ta’lim Telkomsel (MTT) melalui PKPU Human Initiative mendistribusikan donasi dari jamaah MTT sebesar 225.000.000 rupiah. Penyerahan donasi diserahkan langsung oleh Direktur Network Telkomsel sekaligus Dewan Penasehat MTT, Bob Apriawan di dampingi Ketua Umum MTT, Wawan Budi Setiawan kepada Partnership Director PKPU-HI, Andjar Radite di Masjid Tarqiyah Taqwa, Gedung Telkomsel Smart Office, Jakarta, Jum’at (08/09).

Dalam sambutannya, Bob menerangkan bahwa donasi tersebut terkumpul atas kepedulian karyawan Telkomsel baik di Kantor Pusat maupun di daerah, serta Jamaah Majelis Ta’lim Telkomsel lainnya.

“Ini merupakan bentuk kepedulian dan keprihatinan kami terhadap saudara muslim Rohingya di Myanmar. Mudah-mudahan sedikitnya bantuan kami dapat meringankan beban mereka disana,” terangnya.

Donasi tersebut dikumpulkan dalam waktu seminggu, sejak Kamis 31 Agustus 2017 sampai dengan Jumat 8 September 2017.

“Semoga bantuan kami dapat memaksimalkan program-program PKPU dalam melanjutkan misi kemanusiaan di Myanmar guna menyelamatkan saudara muslim Rohingya,” tutupnya.

Sejauh ini PKPU Human Initiative telah menyalurkan bantuan makanan, penyediaan toilet dan pompa sumur, pembangunan 55 shelter (rumah pengungsian), klinik dan sekolah.

Hal senada diungkapkan Wawan. “Tragedi Rohingya mengiris rasa kemanusiaan kita, bukan hanya karena masyarakat yangg tertindas adalah saudara-saudara muslim, tapi juga sebagai sesama manusia tidak pantas untuk melakukan tindakan keji dan biadab. Bagi kita sebagai sesama muslim merupakan sebuah kewajiban untuk saling tolong menolong terhadap saudara kita yang teraniaya. Karena muslim yang satu dengan yang lain ibarat satu tubuh. Jika ada yang tersakiti maka bagian tubuh yang lain ikut merasakannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Andjar mengapresiasi kepedulian yang telah ditunjukkan oleh Jama’ah MTT sebagai wujud menjunjung tinggi nilai keimanan dan kemanusiaan. “Terimakasih kepada jama’ah MTT yang telah berusaha membantu saudara Muslim Rohingya. Ini adalah wujud rasa Ukhuwah Islamiyah yang nyata. Kami senantiasa berusaha menyampaikan amanah ini sebaik-baiknya” ungkapnya.

Semoga donasi dari karyawan Telkomsel di kantor pusat maupun berbagai daerah melalui MTT ini dapat membantu meringankan penderitaan etnis Rohingya. (Redaksi)

 

Mari salurkan donasi terbaik anda melalui #TCASH hubungi ‘*800*688#
atau melalui:
1. BNI Syariah 0811813812 an. Majelis Ta’lim Telkomsel (Zakat)
2. BNI Syariah 8118118139 an. UPZ Majelis Ta’lim Telkomsel (Infaq/Shadaqah)

Share info ini secara DIGITAL melalui:
Fan pages FB : Majelis Ta’lim Telkomsel
Twitter: @mttelkomsel
Instagram: mt_telkomsel
Website: www.mtt.or.id

 

 

 

About adminmtt

Majelis Ta'lim Telkomsel adalah organisasi yang berasaskan Islam dan mewujudkan insan Telkomsel yang bertakwa, amanah, profesional, berakhlaq mulia serta mampu menyebarkan karakter tersebut baik di lingkungan Telkomsel maupun di lingkungan lainnya yang lebih luas