Kiat menggapai Sukses Dunia dan Akhirat

Pembicara     : Ust. Jamil Azzaini
Waktu             : 19 Juni 2017
Tempat           : Masjid Tarqiyah Taqwa TSO HO Lt.9

 

Ada beberapa pilihan hidup yang dapat kita ambil. Pertama, hidup di dunia gagal dan hidup di akhirat gagal. Di dunia ada orang miskin dan sombong. Perbuatan ini sangat dibenci Rasulullah. Kedua, hidup sukses di dunia tetapi di akhirat gagal. Ketiga, pilihan hidup gagal di dunia tetapi suskes di akhirat. Ini biasanya orang yang tawadhu. Keempat adalah pilihan sukses di dunia dan sukses di akhirat. Diantara keempat pilihan di atas, pastilah kita ingin mengambil pilihan ke empat yang dapat sukses dunia dan akhirat. Inilah yang mendapat keuntungan berlipat.

Sukses di dunia dan akhirat adalah hadiah ketaqwaan kita kepada Allah. Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa. Seperti orang yang berpuasa. Puasa itu untuk meningkatkan ketaqwaannya. Namun, apakah orang yang berpuasa tersebut mendapatkan tujuannya? Dalam sebuah riwayat disebutkan, Rasulullah menaiki mimbar seraya mengucap amin dari doa malaikat Jibril yaitu “celakalah orang yang mendapati bulan Ramadhan tetapi dia tidak diampuni, orang yang disebutkan nama Nabi Muhammad SAW tetapi tidak bershalawat kepadanya, orang yang hidup dengan kedua orang tua atau salah satunya dan tidak membuatnya masuk ke dalam Surga

Keuntungan orang yang bertaqwa adalah sebaigai berikut: Pertama, dosanya diampuni, dihapus kesalahannya dan dilipatgandakan pahalanya. Kedua, dibukakan jalan keluar. Maka ketika memiliki masalah yang tidak kunjung selesai, tingkatkanlah ketaqwaan. Keuntungan orang yang bertaqwa akan didatangkan rezeki dari arah yang tak diduga-duga dan akan dimudahkan urusannya. Orang yang bertaqwa juga akan terhindar dari rasa takut dan kesedihan.

Taqwa itu adalah mengerjakan yang dicintai Allah dan meninggalkan yang dibenci Allah. Salah satu ciri orang bertaqwa adalah mampu menahan amarah. Ada marah yang mubah saat marah tersebut memberikan manfaat seperti marah teguran kepada orang yang salah. Ada marah yang diwajibkan yaitu saat agama kita dihina. Dan ada marah yang dilarang, inilah yang harus mampu kita tahan. Yaitu ketika marah karena nafsu, hasutan setan.

Marah yang diharamkan adalah marah yang disertai hinaan dan caci maki karena marah seperti ini akan menjadi pintu dari segala keburukan. Adapun beberapa kondisi orang tidak boleh mengambil keputusan, yaitu orang yang sedang kebelet, orang yang sedang marah, dan orang yang lapar karena tidak ada yang bisa dimakan. Cara mengendalikan amarah adalah dengan membaca ta’awudz, meminta perlindungan dari Allah. Kemudian jika kalian marah, maka diamlah. Ubah bahasa tubuh untuk menurunkan rasa amarah. Dan yang terakhir lakukanlah wudhu untuk menghilangkan amarah. Ingatlah reward dari Allah. Mampu menahan amarah adalah salah satu ciri orang bertaqwa dan salah satu syarat sukses dunia akhirat. (Redaksi)

Share resume kajian ini secara DIGITAL melalui:
Fan pages FB : Majelis Ta’lim Telkomsel
Twitter: @mttelkomsel
Instagram: mt_telkomsel
Website: www.mtt.or.id

About adminmtt

Majelis Ta'lim Telkomsel adalah organisasi yang berasaskan Islam dan mewujudkan insan Telkomsel yang bertakwa, amanah, profesional, berakhlaq mulia serta mampu menyebarkan karakter tersebut baik di lingkungan Telkomsel maupun di lingkungan lainnya yang lebih luas