Kajian Islam Intensif MTT Sulawesi Kupas tentang “Pentingnya Kalimat Laailaahaillallah”

 

MAKASSAR— Majelis Ta’lim Telkomsel kembali menyelenggarakan pengajian rutin di Mushollah Raudah Al Jannah, Gedung Baruga Telkomsel Sulawesi, Makassar, Rabu (04/10). Kajian kali ini membahas tentang “Kitab Tauhid As Shoghir” dengan tema “Pentingnya Kalimat Laailaahaillallah”  bersama Ustadz Abdul Malik Al Buthoni.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Abdul membahas tentang pentingnya kalimat Laailaahaillallah bagi setiap muslim. Pertama: Lailahaillallah merupakan pembeda antara mukmin dan kafir. Kalimat  Laailaahillahllah menjadi dasar dalam memulai agama seorang muslim. Jadi, meskipun seseorang mendirikan shalat, berakat, berhaji maupun ibadah lainnya, jika bermasalah dalam pengucapan LaailaahaIllallah, itu artinya dirinya belum dinyatakan memeluk agama islam yang hakiki.

Kedua, Laailaahaillallah merupakan kiblat kaum muslimin, artinya kaum muslimin dipersatukan diatas kalimat Laailaahaillallah. Ada berbeda golongan, beda suku, beda partai, tapi mereka dipersatukan dengan kalimat Tauhid Laailaahaillallah. Ketiga; Kalimat Laailaahaillallah merupakan sebab ditegakkannya Jihad, maksudnya kita berjihad semata-mata untuk meninggikan kalimat Laailaahaillallah.

Makna dari Laailaahaillallah yakni tidak ada yang berhak disembah selain Allah SWT. Untuk memantapkan Laailaahaillallah kita harus memenuhi dua perkara yaitu: Pertama,  harus memenuhi rukunnya. Rukunnya terdiri dari dua bagian yakni: Laailaha artinya tidak ada Allah yang berhak disembah. Kemudian Illallah ini kalimat penetapan bahwa semua bentuk penyembahan dan semua bentuk ibadah hanya kepada Allah SWT.

Kedua, penuhi syaratnya yakni: seseorang harus mengucapkannya, harus mengetahui Ilmunya atau memahami artinya serta harus yakin kepada Allah dan meninggalkan sesembahan selain Allah SWT, tunduk terhadap konsekuensinya, jujur dalam artian terdapat kesamaan antara ucapan dan perbuatan, Al Mahabbah yakni cinta terhadap kalimat Laailaahaillallah, Al Ikhlas artinya kesadaran dan keikhlasan dalam berLaailaahaillallah, Al Qabbul dalam arti harus menerima konsekuensinya, dimana seseorang harus kufur/ingkar dari semua yang disembah selain Allah. (Redaksi)

Mari salurkan donasi terbaik anda melalui #TCASH hubungi ‘*800*688#
atau melalui:
1. BNI Syariah 0811813812 an. Majelis Ta’lim Telkomsel (Zakat)
2. BNI Syariah 8118118139 an. UPZ Majelis Ta’lim Telkomsel (Infaq/Shadaqah)

Share info ini secara DIGITAL melalui:
Fan pages FB : Majelis Ta’lim Telkomsel
Twitter: @mttelkomsel
Instagram: mt_telkomsel
Website: www.mtt.or.id

 

About adminmtt

Majelis Ta'lim Telkomsel adalah organisasi yang berasaskan Islam dan mewujudkan insan Telkomsel yang bertakwa, amanah, profesional, berakhlaq mulia serta mampu menyebarkan karakter tersebut baik di lingkungan Telkomsel maupun di lingkungan lainnya yang lebih luas