Gerakan Kurangi Sampah Plastik, Gunakan Tumbler Biar Makin Asik! “Haus Hilang, Sampah Plastik Berkurang”

“Haus Hilang, Sampah Plastik Berkurang”

Fenomena limbah plastik telah menjadi kekhawatiran karena mengancam kehidupan mahluk hidup di bumi. Sebagai negara maritim terbesar kedua di dunia dan eksportir ikan terbanyak di Asia Tenggara dengan jumlah penduduk sebesar 327 juta jiwa, Indonesia menempati peringkat kedua dunia penyumpang terbesar sampah plastik ke laut. Jenna R. Jambeck, peneliti dari Universitas Georgia, Amerika, dalam jurnalnya yang dirilis pada Februari 2015 menunjukkan peringkat negara-negara penyumbang sampah plastik menyebutkan Indonesia menyumbang 3,2 ton sampah plastik ke laut setelah Cina yang mencapai 8,8 ton dan Filipina di urutan ketiga mencapai  1,9 ton per tahun.

Setiap tahun produksi plastik menghasilkan sekitar 8% hasil produksi minyak dunia atau sekitar 12 juta barel minyak atau setara 14 juta pohon. Lebih dari satu juta kantong plastik digunakan setiap menitnya, dan 50 persen dari kantong plastik tersebut dipakai hanya sekali lalu langsung dibuang. Dari angka tersebut, hanya 5% yang benar-benar di daur ulang.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton/ tahun. Di mana sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut. Tidak hanya itu, kantong plastik yang terbuang ke lingkungan (daratan) sekitar 10 miliar lembar per tahun atau 85.000 ton kantong plastik.

Direktur Pengelolaan Sampah KLHK menyebutkan peningkatan sampah plastik mencapai 16% per tahun. Sementara itu, dalam sehari sampah plastik yang dihasilkan sebanyak 175.000 ton dengan penghitungan rata-rata setiap orang diperkirakan membuang sampah 0,7 kg sampah per hari. Padahal kita semua tahu bahwa ketika sampah plastik masuk ke laut, mereka dapat terbelah menjadi partikel-partikel kecil yang disebut microplasctics dengan ukuran 0,3 hingga lima mm. Microplasctics inilah yang sangat mudah dikonsumsi oleh hewan laut seperti ikan.

Padahal agama Islam telah melarang segala bentuk pengerusakan terhadap alam sekitar, baik pengerusakan secara langsung maupun tidak langsung. Kaum Muslimin, harus menjadi yang terdepan dalam menjaga dan melestarikan alam sekitar. Oleh karena itu, seyogyanya setiap Muslim memahami landasan-landasan pelestarian lingkungan hidup. Karena pelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab semua umat manusia sebagai pemikul amanah untuk menghuni bumi ini.

Kerusakan alam dan lingkungan hidup yang kita saksikan sekarang ini merupakan akibat dari perbuatan umat manusia.  Apabila manusia tidak segera kembali kepada agama Allah, kepada sunnah Nabi-Nya, maka berkah itu akan berganti menjadi musibah. Hujan yang sejatinya, Allah turunkan untuk membawa keberkahan dimuka bumi, namun karena ulah manusia itu sendiri, hujan justru membawa berbagai bencana bagi manusia. Banjir, tanah longsor dan beragam bencana muncul saat musim hujan tiba. Bahkan di tempat-tempat yang biasanya tidak banjir sekarang menjadi langganan banjir.

Sebagaimana dalam Firman Allah SWT:

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS: Ar Rum ayat 41)

Lantas, tidakkah manusia mau menyadarinya? Atau manusia terlalu egois memikirkan diri sendiri tanpa mau menyadari pentingnya menjaga alam sekitar yang bakal kita wariskan kepada generasi mendatang?

Allah memberi manusia tanggung jawab untuk memakmurkan bumi ini, mengatur kehidupan lingkungan hidup yang baik dan tertata. Dan Allah akan menuntut tanggung jawab itu di akhirat kelak. Oleh karena itu, kita sebagai umat muslim seharusnya memahami arti pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Kita mempunyai kewajiban untuk melestarikan alam semesta.

Sebagai wujud tanggungjawab kita untuk menjaga kelestarian lingkungan salah satunya bisa dilakukan dengan mengurangi penggunaan plastik. Guna mengurangi konsumsi plastik yang akan menghasilkan sampah plastik, bisa dilakukan dengan mengganti plastik dengan paper bag atau goodie bag dan gunakan botol untuk minum. Lebih baik gunakan tumbler atau botol minum sendiri. Lebih mudah, efisien, dan bisa di bawa ke mana-mana. Bahkan, bisa ditaruh di tas tanpa khawatir akan tumpah.

Jadi tunggu apa lagi, yuk ikutan Gerakan Minum Pakai Thumbler, “Haus Hilang, Sampah Plastik Berkurang”

Sumber:

  1. https://megapolitan.kompas.com/read/2018/08/19/21151811/indonesia-penyumbang-sampah-plastik-terbesar-kedua-di-dunia
  2. https://www.beritasatu.com/kesra/254180-indonesia-jadi-negara-kedua-penyumbang-sampah-plastik-di-lautan-dunia.html
  3. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160222182308-277-112685/indonesia-penyumbang-sampah-plastik-terbesar-ke-dua-dunia

 

 

About adminmtt

Majelis Ta'lim Telkomsel adalah organisasi yang berasaskan Islam dan mewujudkan insan Telkomsel yang bertakwa, amanah, profesional, berakhlaq mulia serta mampu menyebarkan karakter tersebut baik di lingkungan Telkomsel maupun di lingkungan lainnya yang lebih luas

Leave a Reply